Selasa, 16 April 2013

dasar-dasar pendidikan



MAKALAH
DASAR-DASAR PENDIDIKAN
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Dasar-Dasar Pendidikan
Dosen Pengampu :
Kiswan, S.Ag.,M.Pd





Oleh :

                                                                DEVI      

INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM
( IAID )
CIAMIS – JAWA BARAT
2012


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur seraya kita panjatkan ke hadirat Alloh SWT, karena berkat rahmat, hidayah, dan karunia-NYA penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Lingkungan Pendidikan”.
Makalah ini di susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan Program Study PGMI Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Tahun 2012.
Kelemahan dan kekurangan yang ada pada diri saya merupakan hambatan yang serius dalam penyusunan makalah ini. Namun berkat bantuan, dorongan dan bimbingan dari semua pihak, akhirnya makalah ini dapat diselesaikan.
Selanjutnya dengan segala keterbatasan, saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, saya mengharapkan berbagai saran, masukan dan kritikan yang bersifat membangun dari semua pihak demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini.
Besar harapan saya, makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi saya dan umunya bagi rekan-rekan semua. Semoga Alloh SWT membalas semua amal baik dan melimpahkan hidayah-NYA pada kita semua. Amin.

                                   
Ciamis,  15  Januari  2012


Penulis



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Seperi kita ketahui pendidikan sangtlah penting. Manfaat pendidikan sangatlah besar dalam membentuk SDM (sumber daya manusia) yang berkualitas. SDM yang menjadi tulang punggung pembangunan nasional hanya bisa didapat melalui pemdidikan yang bermutu.
Pendidikan adalah salah satu sistem yang harus dijalankan secara terpadu dengan sistem yang ada lainnya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan yaitu menumbuh kembangkan potensi manusia agar menjadi manusia dewasa beradab dan normal. Potensi ini merupakan benih sejak dilahirkan agar aktivitas pendidikan berjalan dengan lancar maka pendidik harus mengetahui landasan-landasan sanggt penting untuk mengembangkan pendidikan yang  bermartabat bagi pribadi ,keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Dengan memahami landasan-landasan ini manusia akan memiliki harkat dan martabat sangat mulia dibanding dengan hewan dan tumbuhan bahkan malaikat sekali pun.
Pada zaman purba, kebanyakan manusia memperlakukan anak-anaknya secari insting, suatu sifat pembawa, demi elangsungan hidup keturunannya. Insting merupakn pembawaan sejak lahir, suatu sifat yang tidak perlu dipelajari terlebih dahulu.
Pekerjaan mendidik menckup banyak hal, yaitu segala sesuatu yang bertalian dengan perkembangan manusia. Mulai dari perkembangan fisik, kesehatan, keterampilan, pikiran, persamaan, kemauan, sosial, sampai kepada perkembangan iman, semuanya ditangani oleh pendidik. Berari manusia bermaksud untuk membuat manusia menjadi lebih sempurna, membuat manusia menjadi lebih meningkatkan hidupnya dari kehidupan alamiyah menjadi berbudaya. Mendidik adalah krbudayaan manusia.
Landasan pendidikan yang akan dikaemukakan terdiri dari 8 landasaan, yakni landasan agama, landassan filosofis, landasan psikologis, landassaan historis, landassan sosioligis dan budaya, landasan hukum, landasan ekonomi, dan landasan ilmiah dan teknologi.

B.       Rumusan Masalah
1.        Apa saja landasan-landasan pendidikan itu?
2.        Apakan landasan-landasan pendidikan itu penting?

C.      tujuan
tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:
1.        agar pendidik mengetahui macam-macam kandasan pendidikan.
2.        Mengetahui pentingnya landasan-landasan pendidikan bagi manusia.

BAB II
PEMBAHASAN
Landasan-landasan pendidikan
Landasan-landasan pendidikan sangat penting untuk mengembangkn pendidikan. Dengan memahami dan mengaktualisasikan landasan-landasan itu, manusia akan memiliki harkat dan martabat sangat mulia dibanding hewan bahkan malaikat sekali pun, sebab manusia diberi keunggulan oleh Allah SWT berupa hati nurani dan akal fikiran. Adapun landasan-landasan tersebut adalah:
1.        Landasan agama
Landasan agama merupakanlandasan yang paling mendasar dari landasan-landasan pendidikan, sebab landasan agama merupakan landasan yang diciptakan oleh Allah SWT, yakni tuhan yang maha kuasa. Landasan agama itu berupa firman Allah dalam kitab suci Al Qur’an dan Al Hadis berupa risalah (tuntunan) yang dibawakan Rasulullah yakni nabi Muhammad SAW untuk umatmanusia. Berisi tentang tuntunan-tuntunan atau pedoman hidup manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup baik di dunia maupun di akhirat nanti, serta merupakan rahmat bagi seluruh alam.
Dalam Al Qur’an dan Al Hadis di jelaskan bahwa pendidikan memiliki kedudukan yang sangat mulia. Terdapat banyak ayat Al Qur’an yang memiliki makna substantif tentang pendidikan. Seperti pada surat Al Alaq ayat 1-5 yang merupakan surat pertama diturunkan dalam Al Qur’an:
1)        “Bacalah dengan menyebut nama tuhanmu yang meniptakan”.
2)        “Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah”.
3)        “Bacalah, dan tuhanmulah yang maha pemurah”.
4)        “Yang mengajar manusia dengan perantara kalam”.
5)        “Dan mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.
Demikian pula pada hadis nabi yang artinya demikian:
“Carilah ilmu mulai dari buaian sang ibu sampai keliang lahat (meninggal)”.
Pada landsan agama juga terdapat tuntutan untuk mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat, sebagaimana pada hadis nabi Muhammad SAW yang artinya:
“Barang siapa menginginkan kebahagiaan dunia maka dengan ilmu, dan barang siapa menginginkan kebahagiaan akhirat maka dengan ilmu, dan baraang siapa menginginkan keduanya (kebahagiaan dunia dan akhirat) maka dengan ilmu”

2.        Landasan filosofi
Filsafat telah ada sejak manusia itu ada. Manusia sebagai mahluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat sudah memiliki gambaran dan cita-cita yang mereka kejar dalam kehidupannya, baik secara individu maupun secara kelompok. Gambaran cita-cita itu makin lama makin berkembang sesuai dengan perkembangan budaya mereka. Gambaran cita-cita itu yang mendasari adat istiadat suatu suku atau bangsa, antara norma dan hukum yang berlaku dalam masyarakat. Demikian pula pendidikan yang berlangsung disuatu suku atau bnagsa tidak terlepas dari bambaran dab cita-cita. Hal ini yang memotivasi masyarakat untuk menekankan aspek-aspek tertentu pada pendidikan agar dapat memenuhi gambaran cita-cita mereka.
Filsafat pendidikan adalah hasil pemikiran dan perenungan secara mendalam sampai akar-akarnya mengenai pendidikan. Terdapat sejumlah filsafat pendidikan yang dianut oleh bangsa-bangsa di dunia. Namun demikian semua filsafat pendidikan itu sebagai dasar pendidikan akan menjawab tiga pertanyaan pokok, yakni:
·           Apakah pendidikan itu?
·           Apa yang hendak dicapai oleh pendidikan?
·           Bagaimana cara terbaaik merealisasikan tujuan-tujuan pendidikan itu?
3.        Landasan hukum (yuridis)
Tiap-tiap negara memiliki perundng-undangan sendiri. Semua tindakan yang dilakukan di negara itu didasarkan pada perundang-undangan tersebut. Apabila terdapat suatu tindakan yang bertentangan dengan perundangan itu, dikatakan tindakan itu melanggar hukum. Negara republik indonesia mempunyai peraturan perundang-undangan yang bertingkat, mulai dari Undang-undang Dasar 1945, undang-undang, peraturan pemerintah, ketetapan sampai dengan keputusan. Semuanya mengandung hukum yang patut dipatuhi.
Landasan dalam hukum berarti melamdasi atau mendasari atau titik tolak. Landasan hukum seorang guru boleh mengajar misalnya adalah supaya surat keputusan tentang pengangkatannya sebagai guru. Yang melandasi atau mendasari guru menjadi guru adalah surat keputusan itu beserta hak-haknya.
Pendidikan menurut UUD 1945 yakni terdapat pada pasal 31 ayat 1 yang berbunyi: tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran. Ayat 2 menyatakan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.


4.        Landasan psikologis
Psikologi merupakan ilmu jiwa yang mempelajari tentang ilmu jiwa manusia. Jiwa atau psikis dapat dikatakan inti dan kendali kehidupan manusia yang selalu berada dan melekat pada manusia itu sendiri.
Jiwa manusia berkembang sejajar dengan pertumbuhan jasmani, jiwa balita baru berkembang sedikit sekali sejajar dengan tubuhnya yang juga masih berkemampuan sederhana sekali. Makin besar anak itu makin berkembang pula jiwanya dengan melalui tahap-tahap tertentu akhirnya anak itu mencapai kedewasaan baik dari segi kejiwaan (psikis) maupun dari segi jasmani.
Dalam perkembangan jiwa dan jasmani inilah seyogyanya anak-anak belajar, sebab pada masa ini mereka peka untuk belajar, punya waktu banyak untuk belajar, belum berumah tangga, belum bekerja dan bertanggung jawab terhadap kehidupan keluarga.masa belajar ini bertingkat-tingkat sejalan-dengan fase-fase perkembangan mereka. Oleh karena itu, layanan-layanan pendidikan terhadap mereka harus pula dibuat bertingkat-tingkat agar pelajaran itu dapat dipahami oleh anak-anak.
Dengan demikian dapat dipahami bahwa landasan psikologis pendidikan harus mempertimbangkan aspek psikologis peserta didik. Peserta didik harus dipandang sebagai subjek pendidikan yang akan berkembang sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan mereka. Pendidikan harus akomodatif terhadap tingkat pertumbuhan dan perkembangn mereka.
5.        Landasan sejarah (historis)
Sejarah adalah keadaan masa lampau dengan segala macam kejadian atau kegiatan yang dapat didasari ole konsep-konsep tertentu. Sejarah mencakup segala kejadian dalam hal ini, termasuk hal-hal yang  dikembangkan oleh bubi daya manusia.
Sejarah penuh dengan informasi-informasi yang mengandung kejadian-kejadian, model-model, konsep-konsep, teori-teori, praktik-praktik, moral, cita-cita, bentuk dan sebagainya. Informasi-informagi yng lampau ini terutama ini terutama yang bersifat kebudayaan pada umumnya berisi konsep, praktik, dan hasil yang diperolah.
Setiap bidang kegiatan yang dikejar oleh manusia untuk maju, pada umumnya dikaitkan jga dengan bagaimana keadaan bidang itu pada masa lampau. Demikian juga dalam bidang pendidikan. Sebelum menangani bidang itu, para ahli terlebih dahulu memeriksa sejarah tentang pendidikan baik yang bersifat nasional maupun yang unternasional.
Sejarah pendidikan merupakan bahan pembanding untuk memajukan pendidikan suatu bangsa. Dengan cara ini mereka tau apa yang sudah dikerjakan oleh bangsanya dan hasil yang diperoleh, mereka juga bisa memeriksa apakah sudah cocok dengan keadaan atautujuan pendidikan sekarang.
6.        Landasan sosiologis dan budaya (sosiokurtural)
Sosial dan budaya merupakan bagian hidup manusia yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setiap kegiatan manusia hampir tidak pernah dari unsur sosial dan budaya. Sebab sebagian besar kegiatan manusia dilakukan secara kelompok. Selanjutnya tentang apa yang dilakukan dan cara mengadakannya serta bentuk yang diingnkan adalah merupakan unsur dari suatu budaya.
Sosial mengacu pada hubungan antarindividu, antar masyarakat, dan individu dengan masyarakat. Unsur sosial itu merupakan aspek individu secara alami, artinya aspek itu telah ada sejak manusia dilahirkan. Segi sosial ini perlu diperhatikan dalam proses pandidikan.
Sama halnya dengan sosial, aspek budaya pun sangat berperan dalam proses pendidikan. Dapat dikatakan bahwa tidak ada pendidikan yang tidak dimasuki unsur budaya. Materi yang dipelajari anak-anak adalah budaya, cara belajar mereka adalah budaya, begitu pula dengan kegiatan-kegiatan mereka. Uraian landasan sosial budaya dalam pendidikan diatur secara berturut-turut:
1.        Sosiologi dan Pendidikan
Sosiologi adalah ilmu yng mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompokdan struktur sosialnya. Jadi sosiologi mempelajari bagaimana manusia itu berhubungan satu dengan lain dalam kelompoknya dan bagaimana susunan unit-unit masyarakat atau sosial disuatu wilayah. Sosiologi dan sosiologi pendidikan saling terkait, sosiologi memberikan bantuan kepada pendidikan dalam wujud sosiologi pendidikan.
2.        Kebudayaan dan pendidikan
Kneller mengatakan kebudayaan adalah cara hidup yang telah dikembangkan oleh anggota-anggota masyarakat. (imran manan, 1989). Kebudayaan akan berubah terus sejalan  dengan perkembangan zaman, percepatan perkembangan ilmu dan teknologi, serta perkembangan kepandaian manusia. Perubahan bisa bersumber dari originasi, difusi dan reinterpretasi. Pendidikan dan kebudayaan mempunyai timbal balaik. Bila kebudayaan berubah maka pendidikan pun bisa berubah.
3.        Masyarakat dan Sekolah
            Asal mula munculnya sekolah adalah atas dasar anggapan dan kenyataan bahwa pada umumnya ada orang tua tidak mampu mendidik anak mereka secara sampurna dan lengkap. Memeng ada sejumlah kasus orng tua yang mendidik anaknya sendiri di rumah secra individual. Beberapa diantara mereka melaksanakan sendiri melaksanakan pendidikan itu dan beberapa yang lain mendatangkan guru pribadi. Kasus-kasus seperti ini tidak banyak jumlahnya. Hampir semua kasus ini terjadi faktor anak yang sangat berbakat dan memiliki kemampuan umum yang memadai. Belajar di sekolah ataupun belajar individual dengan guru pribadi tetap merupakan kerja antaaoramg dengan pihak lain yaitu suatu bentuk masyarakat.
4.        Masyarakat Indonesia dan Pendidikan
            Sebagian besar masyarakat Indonesia sekarang sudah sadar akan pentingnya pendidikan untuk meningkatkan hidup dan kehidupan. Bagi masyarakat yang tidak lagi berada di bawah garis kemiskinan rata-rata amat berusaha untuk menyekolahkan anak-anak mereka setinggi mungkin. Kalau tidak dapat di sekolah atau perguruan tinggi negri, mereka siap menyekolahkan putra-putrinya di sekolah atau perguruan tinggi swasta. Remaja dan orang-orang diharapkan tidak hanya belajar sekedar mencari ijazah, melainkan belajar untuk menjadi pandai dan berpribadi baik.
5.        Implikasi Konsep Pendidikan
            Sebush pembahasan tentang sosiologi, kebudayaan, masyarakat serta kondisi masyarakat Indonesis dikaitkan dengan pendidikan, maka ditemukan sejumlah konsep sebagai berikut:
a)        Keberadaan sekolah tidak dapat dipisahakan dengan masyarakat sekitarnya, keduanya saling menunjang.
b)        Materi pelajaran banyak dikaitkan dengan keadaan dan masalah masyarakat setempat.
c)        Akibat kebudayaan masa kini, adakemungkinan paradigma pendidikan, yaitu dari srkolah ke masyarakat luas dengan berbagai pengalaman yang luas.
1)        Tayangan televisi, terutama telrvisi swasta:
§   Maksimal 50% menayangkan lagu-lagu luar negri.
§   Minimal 50% menayangkan kesenian-kesenian daerah.
§   Hanya menayangkan film action yang tidak berbau kekerasan.
§   Tidak menayangkan fim yag berbau erotis.
§   Tidak menayangkan film yang bersifat sadis atau ketus.

2)   Memberantas kebudayaan yang merusak remaja seperti minuman keras, narkoba, mengurangi dan mengawasi tindakan club malam, dan menangkal perkelahian.
7.        Landasan Ekonomi
            Pada zaman modern atau era globalisasi sekarang ini, yang sebagian besar manusianya cenderung mengutamakan kesejahteraan materi dibandingkan kesejahteraan rohani, mendapat ekonomi mendapat perhatian yang sngat besar. Kecenderungan tersebut sangat dipengaruhi oleh perkembangan budaya, terutama dalam bidang teknologi, kesenian, dan oaiwisata. Berbagai produk baru yang semakain canggih ditawarkan, sebagai perlengkapan hidup dengan model dn desain yang semakin menarik, dan para pemandu wisata menarik wisatawan berkunjung ke daerah-daerah wisatanya yang menjanjikan kekaguman. Situasi seperti ini membuat orang-orang berusaha mengumpulkan uang sebanyak mungkinuntuk memenuhi seleranya.
            Perkembangan ekonomi berpengaruh pula dalam bidang pendidikan. Sudah banyak orang kaya bersedia secara sukarela menjadi bapak angkat agar anak-anak dari orang tidak mampu bisa bersekolah. Sikap dan tindakan seperti ini sangat terpuji , bukan hanya bersifat prikemanusiaan, melainkan juga dalam upaya membantu menyukseskan wajib belajar 12 tahun hal ini merupakan bagian dari pengaruh penidikan.
            Peranan ekonomi dalan dunia pendidikan cukup menantukan, dalam dunia modern ini lebih-lebih pula zaman pasca modern seperti sekarang ini hampir semuanya dikendalikan oleh uang. Sehingga tidak mengherankan kalautujuan kebanyakan orang bersekolah adalah agar bisa mencari uang atau bisa meningkatkan penghasilan. Akibatnya masyarakat yang hidupnya untuk mencari uang menjadi super sibuk dalam urusan bisnis.
            Namun kenyataan menunjukan, orang-orang yang bergelimang harta atau uang tidak menjamin merasa bahagia dan damai hidupnya. Kenyataan ini pula menyebabkan orang-orng barat dan negara kaya yang sudah mapan hidupnya karena berlebihan uang, banyak yang mencari kedamaian ke dunia timur,. Mereka menoleh ke timur untuk menemukan rahasia kedamaian dalam kehidupan. Sebab mereka melihat banyak orang timur yang hidupnya pas-pasan namun hatinya tentram.
            Dunia pendidikan adalah lembaga yang berkewajiban mengembangkan individu manusia. Tanpa ekonomi yang memadai dunia pendidikan tidak akan bisa berjalan dengan baik dan lancar. Sekolah yang roboh karena gempa membuat anak-anak dan guru mengungsi ke tempat lain seperti balai desa atau tempat ibadah untuk belajar. Situasi seperti ini dapat mengurangi minat anak belajar. Sekolah yang tidak mampu membeli buku baru, akan membuat pengetahuan yang diberikan kepada anak-anak akan ketinggalan zaman. Sekolah dengan SPP terlalu kecil membuat guru-guru harus bekerja keras mencari tambahan dari luar, yangmembuat perhatian mereka berkurang dalam mengajar. Demikian besar dampak negatif pendidikan yang ekonominya rendah.
            Namun situasi ekonomi tersebut,tidak mesti mengakaibatkan suatusekolah menjadi mati. Ada hal lain yang lebih menentukan maju mundurnya suatu lembaga pendidikandibanding dengan ekonomi, yaitu dedikasi, keahlian, dan keterampilan mengelola dan gyru-guru. Kalau pengelola atau penyelenggara dan guru/dosen memiliki dedeikasi yang memadai, ahlii dalam bidangnya masing-masing dan memiliki keterampilan yang mencukupi dalam melaksanakan tugasnya, besar kemungkinan lembaga itu akan sukses melaksanakan misinya, walaupun dengan ekonomi yang tudak memadai.
8.        Landasan Ilmiyah dan Tekhnologi
            Tirtahardja (2005) menyatakan bahwa pendidian serta ilmu pengetahu dan tekhnologi memiliki kaitan yang sangat erat. IPTEK menjadi bagian utama dalam isi pembelajaran. IPTEK merupakan salahsatuhasil dari usaha manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
            Gengan perkembangan IPTEK dan kebutuhan masyarakat masyarkat yang makin kompleks maka pendidikan dengan segala aspeknya mau tak mau mengakomodasi itu, baik perkembangan IPTEK maupun perkembangan masyarakat. Karena kebutuhan pendidikan yang sangat mendesak maka bangak tekhnologi dan berbagai bidang ilmu segera diadopsi ke dalam penyelenggaraan pendidikan dan atau kemajuan itu segera dimanfaatkan oleh penyelenggara pendidikan.
































BAB III
PENUTUP

Simpulan
            Pendidikan adalah suatu sistem yang harus dijalan kan secara terpadu dengan sistem yang ada lainnya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan yaitu menumbuh kembangkan potensi manusia agar menjadi manusia yang dewasa beradab dan normal. Potensi itu meripakan benih sejak dilahirkan agar aktivitas pendidikan berjalan dengan lancar, maka pendidik harus mengetahui landasan-landasan sangat penting untuk mengembangkan pendidikan yang bermartabat bagi pribadi, kaluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
            Landasan-landasan pendidikan,antara lain:
1)        Landasan Agama
2)        Landasan Filosifi
3)        Landasan Hukum
4)        Landasan Psikologis
5)        Landasan Sejarah (historis)
6)        Landasan Sosial budaya (sosiokultural)
7)        Landasan Ekonomi
8)        Landasan Ilmiah dan Teknologi (IPTEK)
            Landasan hukum yang membahas perundang-undangan pendidikan Indonesia memeberikan konsep pendidikan yang harus berakar pila kebudayaan nasional. Pembahasan landasan filsafat memberikan konsep antara lain, dibutuhkan prakarsa pemerintah untuk segera dirumuskannya filsafat pendidikan Indonesia, dalam rangka mewujudkan ilmu pendidikan bercorak Indonesia. Landasan sejarah yamg mencakup sejarah pendidikan dunia, Indonesia pada masa perjuangan dan masa pembangunan serta repormasi, memberi konsep pendidikan antara lain, pendidikan pada era globalisasi ini harus berintikan pada pembangunan ilmu dan teknologi.
            Kemudian landasan sosial budaya yang membahas sosiologi, kebudayaan, masyarakat dan kondisi masyarakat Indonesia dikaitkan dengan penidikan memberi konsep pendidikan antara lain, lembaga pendidikan tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat, keduaanya saling menunjang, dan lembaga pendidikan seharusnya menjadi agan pembangun di masyarakat.
            Pembahasan tentang landasan psikologi melahirkan konsep pendidikan seperti, teori disiplin mental masih bermanfaat untuk melatih perkalaian dan soal-soal, sedang teori naturalus bermanfaat untuk belajar seumur hidup. Teori belajar behaviorisme untuk membentuk prilaku nyata, dan teori belajar kognisi untuk mempelajari hal-hal yang rumit.
            Landasan ekonomi yang membahas peran ekonomi, fungsi produksi, pfesiansi dan efektivitas biaya pendidikan memberikan konsep pendidikan seperti, faktor ekonomi bukan pemegang peran utama, ia hanya sebagai faktor yang cukup menentukan keberhasilan pendidikan.























DAFTAR PUSTAKA

Jumali, M dan Sutrikantri. 2008. Landasan pendidikan. Surakarta: Muhammadiyah University.
Pidarta, Made. 2007. Landasan Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Suwarno, Ngalim. 1992. Ilmu pendidikan Teoritis dan Praktis.PT Remaja Rosid Karya
           



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar