wahai pemilik nyawakubetapa lemah diriku iniberat ujian dari MUku pasrahkan semua pada MUTUHAN baru kusadarindah nikmat sehat itutak pandai aku bersyukurkini ku harapkan cinta MUkata-kata cinta terucap indahmengalir berzikir di kidung do'akusakit yang ku rasa biar jadi penawar dosa kubutir-butir cinta air mata kuteringat semua yang kau beri untuk kuampuni hilaf dan salah slama ini YA ILAHI...YA ILAHI..muhasabah cintaku..TUHAN kuatkan akulindungiku dari putus asajika ku harusmatipertemukanaku dengan MU
Devi Oktaviani
Kamis, 23 Mei 2013
muhasabah cinta-adcustik
Selasa, 30 April 2013
tanpa judul
sajak di ujung duri
seribu malam separuh bulan
seutas pelangi sebelim petang
usah keluh bila mentari terkadang lenyap di dasar kubur
karena sunyi lebih indah daripada kesetiaan yang mati...
redi.com
seribu malam separuh bulan
seutas pelangi sebelim petang
usah keluh bila mentari terkadang lenyap di dasar kubur
karena sunyi lebih indah daripada kesetiaan yang mati...
redi.com
Selasa, 16 April 2013
dasar-dasar pendidikan
MAKALAH
DASAR-DASAR PENDIDIKAN
Diajukan
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Dasar-Dasar Pendidikan
Dosen
Pengampu :
Kiswan,
S.Ag.,M.Pd

Oleh
:
DEVI
INSTITUT
AGAMA ISLAM DARUSSALAM
(
IAID )
CIAMIS
– JAWA BARAT
2012
KATA
PENGANTAR
Puji
dan syukur seraya kita panjatkan ke hadirat Alloh SWT, karena berkat rahmat,
hidayah, dan karunia-NYA penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul
“Lingkungan Pendidikan”.
Makalah
ini di susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan
Program Study PGMI Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Darussalam (IAID)
Ciamis Tahun 2012.
Kelemahan
dan kekurangan yang ada pada diri saya
merupakan hambatan yang serius dalam penyusunan makalah ini. Namun berkat
bantuan, dorongan dan bimbingan dari semua pihak, akhirnya makalah ini dapat
diselesaikan.
Selanjutnya
dengan segala keterbatasan, saya
menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh
dari kata sempurna. Oleh karena itu, saya
mengharapkan berbagai saran, masukan dan kritikan yang bersifat membangun dari
semua pihak demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini.
Besar
harapan saya, makalah ini dapat
bermanfaat khususnya bagi saya
dan umunya bagi rekan-rekan semua. Semoga Alloh SWT membalas semua amal baik
dan melimpahkan hidayah-NYA pada kita semua. Amin.
Ciamis, 15 Januari 2012
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Seperi kita ketahui pendidikan
sangtlah penting. Manfaat pendidikan sangatlah besar dalam membentuk SDM
(sumber daya manusia) yang berkualitas. SDM yang menjadi tulang punggung
pembangunan nasional hanya bisa didapat melalui pemdidikan yang bermutu.
Pendidikan adalah salah
satu sistem yang harus dijalankan secara terpadu dengan sistem yang ada lainnya
guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan yaitu menumbuh kembangkan potensi
manusia agar menjadi manusia dewasa beradab dan normal. Potensi ini merupakan
benih sejak dilahirkan agar aktivitas pendidikan berjalan dengan lancar maka
pendidik harus mengetahui landasan-landasan sanggt penting untuk mengembangkan
pendidikan yang bermartabat bagi pribadi
,keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Dengan memahami landasan-landasan ini
manusia akan memiliki harkat dan martabat sangat mulia dibanding dengan hewan
dan tumbuhan bahkan malaikat sekali pun.
Pada zaman purba,
kebanyakan manusia memperlakukan anak-anaknya secari insting, suatu sifat
pembawa, demi elangsungan hidup keturunannya. Insting merupakn pembawaan sejak
lahir, suatu sifat yang tidak perlu dipelajari terlebih dahulu.
Pekerjaan mendidik
menckup banyak hal, yaitu segala sesuatu yang bertalian dengan perkembangan
manusia. Mulai dari perkembangan fisik, kesehatan, keterampilan, pikiran,
persamaan, kemauan, sosial, sampai kepada perkembangan iman, semuanya ditangani
oleh pendidik. Berari manusia bermaksud untuk membuat manusia menjadi lebih
sempurna, membuat manusia menjadi lebih meningkatkan hidupnya dari kehidupan
alamiyah menjadi berbudaya. Mendidik adalah krbudayaan manusia.
Landasan pendidikan
yang akan dikaemukakan terdiri dari 8 landasaan, yakni landasan agama,
landassan filosofis, landasan psikologis, landassaan historis, landassan
sosioligis dan budaya, landasan hukum, landasan ekonomi, dan landasan ilmiah
dan teknologi.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa
saja landasan-landasan pendidikan itu?
2.
Apakan
landasan-landasan pendidikan itu penting?
C.
tujuan
tujuan dari pembuatan
makalah ini adalah:
1.
agar
pendidik mengetahui macam-macam kandasan pendidikan.
2.
Mengetahui
pentingnya landasan-landasan pendidikan bagi manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
Landasan-landasan
pendidikan
Landasan-landasan
pendidikan sangat penting untuk mengembangkn pendidikan. Dengan memahami dan mengaktualisasikan
landasan-landasan itu, manusia akan memiliki harkat dan martabat sangat mulia
dibanding hewan bahkan malaikat sekali pun, sebab manusia diberi keunggulan
oleh Allah SWT berupa hati nurani dan akal fikiran. Adapun landasan-landasan
tersebut adalah:
1.
Landasan agama
Landasan agama
merupakanlandasan yang paling mendasar dari landasan-landasan pendidikan, sebab
landasan agama merupakan landasan yang diciptakan oleh Allah SWT, yakni tuhan
yang maha kuasa. Landasan agama itu berupa firman Allah dalam kitab suci Al
Qur’an dan Al Hadis berupa risalah (tuntunan) yang dibawakan Rasulullah yakni
nabi Muhammad SAW untuk umatmanusia. Berisi tentang tuntunan-tuntunan atau
pedoman hidup manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup baik di dunia maupun di
akhirat nanti, serta merupakan rahmat bagi seluruh alam.
Dalam Al Qur’an dan Al
Hadis di jelaskan bahwa pendidikan memiliki kedudukan yang sangat mulia.
Terdapat banyak ayat Al Qur’an yang memiliki makna substantif tentang
pendidikan. Seperti pada surat Al Alaq ayat 1-5 yang merupakan surat pertama
diturunkan dalam Al Qur’an:
1)
“Bacalah dengan menyebut nama tuhanmu yang
meniptakan”.
2)
“Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah”.
3)
“Bacalah, dan tuhanmulah yang maha pemurah”.
4)
“Yang mengajar manusia dengan perantara kalam”.
5)
“Dan mengajarkan kepada manusia apa yang tidak
diketahuinya”.
Demikian pula
pada hadis nabi yang artinya demikian:
“Carilah ilmu mulai dari buaian sang ibu sampai
keliang lahat (meninggal)”.
Pada
landsan agama juga terdapat tuntutan untuk mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun
di akhirat, sebagaimana pada hadis nabi Muhammad SAW yang artinya:
“Barang siapa menginginkan kebahagiaan dunia maka
dengan ilmu, dan barang siapa menginginkan kebahagiaan akhirat maka dengan
ilmu, dan baraang siapa menginginkan keduanya (kebahagiaan dunia dan akhirat) maka
dengan ilmu”
2.
Landasan filosofi
Filsafat
telah ada sejak manusia itu ada. Manusia sebagai mahluk sosial dalam kehidupan
bermasyarakat sudah memiliki gambaran dan cita-cita yang mereka kejar dalam
kehidupannya, baik secara individu maupun secara kelompok. Gambaran cita-cita
itu makin lama makin berkembang sesuai dengan perkembangan budaya mereka.
Gambaran cita-cita itu yang mendasari adat istiadat suatu suku atau bangsa,
antara norma dan hukum yang berlaku dalam masyarakat. Demikian pula pendidikan
yang berlangsung disuatu suku atau bnagsa tidak terlepas dari bambaran dab
cita-cita. Hal ini yang memotivasi masyarakat untuk menekankan aspek-aspek
tertentu pada pendidikan agar dapat memenuhi gambaran cita-cita mereka.
Filsafat
pendidikan adalah hasil pemikiran dan perenungan secara mendalam sampai
akar-akarnya mengenai pendidikan. Terdapat sejumlah filsafat pendidikan yang
dianut oleh bangsa-bangsa di dunia. Namun demikian semua filsafat pendidikan
itu sebagai dasar pendidikan akan menjawab tiga pertanyaan pokok, yakni:
·
Apakah
pendidikan itu?
·
Apa
yang hendak dicapai oleh pendidikan?
·
Bagaimana
cara terbaaik merealisasikan tujuan-tujuan pendidikan itu?
3.
Landasan hukum (yuridis)
Tiap-tiap
negara memiliki perundng-undangan sendiri. Semua tindakan yang dilakukan di
negara itu didasarkan pada perundang-undangan tersebut. Apabila terdapat suatu
tindakan yang bertentangan dengan perundangan itu, dikatakan tindakan itu
melanggar hukum. Negara republik indonesia mempunyai peraturan perundang-undangan
yang bertingkat, mulai dari Undang-undang Dasar 1945, undang-undang, peraturan
pemerintah, ketetapan sampai dengan keputusan. Semuanya mengandung hukum yang
patut dipatuhi.
Landasan
dalam hukum berarti melamdasi atau mendasari atau titik tolak. Landasan hukum
seorang guru boleh mengajar misalnya adalah supaya surat keputusan tentang
pengangkatannya sebagai guru. Yang melandasi atau mendasari guru menjadi guru
adalah surat keputusan itu beserta hak-haknya.
Pendidikan
menurut UUD 1945 yakni terdapat pada pasal 31 ayat 1 yang berbunyi: tiap-tiap
warga negara berhak mendapat pengajaran. Ayat 2 menyatakan bahwa pemerintah
mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional, yang diatur
dengan undang-undang. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem
pendidikan nasional. Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan.
4.
Landasan psikologis
Psikologi
merupakan ilmu jiwa yang mempelajari tentang ilmu jiwa manusia. Jiwa atau
psikis dapat dikatakan inti dan kendali kehidupan manusia yang selalu berada
dan melekat pada manusia itu sendiri.
Jiwa
manusia berkembang sejajar dengan pertumbuhan jasmani, jiwa balita baru
berkembang sedikit sekali sejajar dengan tubuhnya yang juga masih berkemampuan
sederhana sekali. Makin besar anak itu makin berkembang pula jiwanya dengan
melalui tahap-tahap tertentu akhirnya anak itu mencapai kedewasaan baik dari
segi kejiwaan (psikis) maupun dari segi jasmani.
Dalam
perkembangan jiwa dan jasmani inilah seyogyanya anak-anak belajar, sebab pada
masa ini mereka peka untuk belajar, punya waktu banyak untuk belajar, belum
berumah tangga, belum bekerja dan bertanggung jawab terhadap kehidupan
keluarga.masa belajar ini bertingkat-tingkat sejalan-dengan fase-fase
perkembangan mereka. Oleh karena itu, layanan-layanan pendidikan terhadap
mereka harus pula dibuat bertingkat-tingkat agar pelajaran itu dapat dipahami
oleh anak-anak.
Dengan
demikian dapat dipahami bahwa landasan psikologis pendidikan harus
mempertimbangkan aspek psikologis peserta didik. Peserta didik harus dipandang
sebagai subjek pendidikan yang akan berkembang sesuai dengan tingkat
pertumbuhan dan perkembangan mereka. Pendidikan harus akomodatif terhadap tingkat
pertumbuhan dan perkembangn mereka.
5.
Landasan sejarah (historis)
Sejarah
adalah keadaan masa lampau dengan segala macam kejadian atau kegiatan yang
dapat didasari ole konsep-konsep tertentu. Sejarah mencakup segala kejadian
dalam hal ini, termasuk hal-hal yang
dikembangkan oleh bubi daya manusia.
Sejarah
penuh dengan informasi-informasi yang mengandung kejadian-kejadian,
model-model, konsep-konsep, teori-teori, praktik-praktik, moral, cita-cita,
bentuk dan sebagainya. Informasi-informagi yng lampau ini terutama ini terutama
yang bersifat kebudayaan pada umumnya berisi konsep, praktik, dan hasil yang
diperolah.
Setiap
bidang kegiatan yang dikejar oleh manusia untuk maju, pada umumnya dikaitkan
jga dengan bagaimana keadaan bidang itu pada masa lampau. Demikian juga dalam
bidang pendidikan. Sebelum menangani bidang itu, para ahli terlebih dahulu
memeriksa sejarah tentang pendidikan baik yang bersifat nasional maupun yang
unternasional.
Sejarah
pendidikan merupakan bahan pembanding untuk memajukan pendidikan suatu bangsa.
Dengan cara ini mereka tau apa yang sudah dikerjakan oleh bangsanya dan hasil
yang diperoleh, mereka juga bisa memeriksa apakah sudah cocok dengan keadaan
atautujuan pendidikan sekarang.
6.
Landasan sosiologis dan budaya (sosiokurtural)
Sosial
dan budaya merupakan bagian hidup manusia yang paling dekat dengan kehidupan
sehari-hari. Setiap kegiatan manusia hampir tidak pernah dari unsur sosial dan
budaya. Sebab sebagian besar kegiatan manusia dilakukan secara kelompok.
Selanjutnya tentang apa yang dilakukan dan cara mengadakannya serta bentuk yang
diingnkan adalah merupakan unsur dari suatu budaya.
Sosial
mengacu pada hubungan antarindividu, antar masyarakat, dan individu dengan
masyarakat. Unsur sosial itu merupakan aspek individu secara alami, artinya
aspek itu telah ada sejak manusia dilahirkan. Segi sosial ini perlu
diperhatikan dalam proses pandidikan.
Sama
halnya dengan sosial, aspek budaya pun sangat berperan dalam proses pendidikan.
Dapat dikatakan bahwa tidak ada pendidikan yang tidak dimasuki unsur budaya.
Materi yang dipelajari anak-anak adalah budaya, cara belajar mereka adalah
budaya, begitu pula dengan kegiatan-kegiatan mereka. Uraian landasan sosial
budaya dalam pendidikan diatur secara berturut-turut:
1.
Sosiologi
dan Pendidikan
Sosiologi adalah ilmu
yng mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompokdan struktur
sosialnya. Jadi sosiologi mempelajari bagaimana manusia itu berhubungan satu
dengan lain dalam kelompoknya dan bagaimana susunan unit-unit masyarakat atau
sosial disuatu wilayah. Sosiologi dan sosiologi pendidikan saling terkait,
sosiologi memberikan bantuan kepada pendidikan dalam wujud sosiologi
pendidikan.
2.
Kebudayaan
dan pendidikan
Kneller mengatakan
kebudayaan adalah cara hidup yang telah dikembangkan oleh anggota-anggota
masyarakat. (imran manan, 1989). Kebudayaan akan berubah terus sejalan dengan perkembangan zaman, percepatan
perkembangan ilmu dan teknologi, serta perkembangan kepandaian manusia.
Perubahan bisa bersumber dari originasi, difusi dan reinterpretasi. Pendidikan
dan kebudayaan mempunyai timbal balaik. Bila kebudayaan berubah maka pendidikan
pun bisa berubah.
3.
Masyarakat
dan Sekolah
Asal mula munculnya sekolah adalah
atas dasar anggapan dan kenyataan bahwa pada umumnya ada orang tua tidak mampu
mendidik anak mereka secara sampurna dan lengkap. Memeng ada sejumlah kasus
orng tua yang mendidik anaknya sendiri di rumah secra individual. Beberapa
diantara mereka melaksanakan sendiri melaksanakan pendidikan itu dan beberapa
yang lain mendatangkan guru pribadi. Kasus-kasus seperti ini tidak banyak
jumlahnya. Hampir semua kasus ini terjadi faktor anak yang sangat berbakat dan
memiliki kemampuan umum yang memadai. Belajar di sekolah ataupun belajar
individual dengan guru pribadi tetap merupakan kerja antaaoramg dengan pihak
lain yaitu suatu bentuk masyarakat.
4.
Masyarakat
Indonesia dan Pendidikan
Sebagian
besar masyarakat Indonesia sekarang sudah sadar akan pentingnya pendidikan
untuk meningkatkan hidup dan kehidupan. Bagi masyarakat yang tidak lagi berada
di bawah garis kemiskinan rata-rata amat berusaha untuk menyekolahkan anak-anak
mereka setinggi mungkin. Kalau tidak dapat di sekolah atau perguruan tinggi
negri, mereka siap menyekolahkan putra-putrinya di sekolah atau perguruan
tinggi swasta. Remaja dan orang-orang diharapkan tidak hanya belajar sekedar
mencari ijazah, melainkan belajar untuk menjadi pandai dan berpribadi baik.
5.
Implikasi
Konsep Pendidikan
Sebush
pembahasan tentang sosiologi, kebudayaan, masyarakat serta kondisi masyarakat
Indonesis dikaitkan dengan pendidikan, maka ditemukan sejumlah konsep sebagai
berikut:
a)
Keberadaan
sekolah tidak dapat dipisahakan dengan masyarakat sekitarnya, keduanya saling
menunjang.
b)
Materi
pelajaran banyak dikaitkan dengan keadaan dan masalah masyarakat setempat.
c)
Akibat
kebudayaan masa kini, adakemungkinan paradigma pendidikan, yaitu dari srkolah
ke masyarakat luas dengan berbagai pengalaman yang luas.
1)
Tayangan
televisi, terutama telrvisi swasta:
§
Maksimal
50% menayangkan lagu-lagu luar negri.
§
Minimal
50% menayangkan kesenian-kesenian daerah.
§
Hanya
menayangkan film action yang tidak berbau kekerasan.
§
Tidak
menayangkan fim yag berbau erotis.
§
Tidak
menayangkan film yang bersifat sadis atau ketus.
2) Memberantas kebudayaan yang merusak
remaja seperti minuman keras, narkoba, mengurangi dan mengawasi tindakan club
malam, dan menangkal perkelahian.
7.
Landasan Ekonomi
Pada zaman modern atau era globalisasi sekarang ini, yang
sebagian besar manusianya cenderung mengutamakan kesejahteraan materi
dibandingkan kesejahteraan rohani, mendapat ekonomi mendapat perhatian yang
sngat besar. Kecenderungan tersebut sangat dipengaruhi oleh perkembangan
budaya, terutama dalam bidang teknologi, kesenian, dan oaiwisata. Berbagai
produk baru yang semakain canggih ditawarkan, sebagai perlengkapan hidup dengan
model dn desain yang semakin menarik, dan para pemandu wisata menarik wisatawan
berkunjung ke daerah-daerah wisatanya yang menjanjikan kekaguman. Situasi
seperti ini membuat orang-orang berusaha mengumpulkan uang sebanyak
mungkinuntuk memenuhi seleranya.
Perkembangan ekonomi berpengaruh pula dalam bidang
pendidikan. Sudah banyak orang kaya bersedia secara sukarela menjadi bapak
angkat agar anak-anak dari orang tidak mampu bisa bersekolah. Sikap dan
tindakan seperti ini sangat terpuji , bukan hanya bersifat prikemanusiaan,
melainkan juga dalam upaya membantu menyukseskan wajib belajar 12 tahun hal ini
merupakan bagian dari pengaruh penidikan.
Peranan ekonomi dalan dunia pendidikan cukup menantukan,
dalam dunia modern ini lebih-lebih pula zaman pasca modern seperti sekarang ini
hampir semuanya dikendalikan oleh uang. Sehingga tidak mengherankan kalautujuan
kebanyakan orang bersekolah adalah agar bisa mencari uang atau bisa
meningkatkan penghasilan. Akibatnya masyarakat yang hidupnya untuk mencari uang
menjadi super sibuk dalam urusan bisnis.
Namun kenyataan menunjukan, orang-orang yang bergelimang
harta atau uang tidak menjamin merasa bahagia dan damai hidupnya. Kenyataan ini
pula menyebabkan orang-orng barat dan negara kaya yang sudah mapan hidupnya
karena berlebihan uang, banyak yang mencari kedamaian ke dunia timur,. Mereka
menoleh ke timur untuk menemukan rahasia kedamaian dalam kehidupan. Sebab
mereka melihat banyak orang timur yang hidupnya pas-pasan namun hatinya
tentram.
Dunia pendidikan adalah lembaga yang berkewajiban
mengembangkan individu manusia. Tanpa ekonomi yang memadai dunia pendidikan
tidak akan bisa berjalan dengan baik dan lancar. Sekolah yang roboh karena
gempa membuat anak-anak dan guru mengungsi ke tempat lain seperti balai desa
atau tempat ibadah untuk belajar. Situasi seperti ini dapat mengurangi minat
anak belajar. Sekolah yang tidak mampu membeli buku baru, akan membuat
pengetahuan yang diberikan kepada anak-anak akan ketinggalan zaman. Sekolah
dengan SPP terlalu kecil membuat guru-guru harus bekerja keras mencari tambahan
dari luar, yangmembuat perhatian mereka berkurang dalam mengajar. Demikian
besar dampak negatif pendidikan yang ekonominya rendah.
Namun situasi ekonomi tersebut,tidak mesti mengakaibatkan
suatusekolah menjadi mati. Ada hal lain yang lebih menentukan maju mundurnya
suatu lembaga pendidikandibanding dengan ekonomi, yaitu dedikasi, keahlian, dan
keterampilan mengelola dan gyru-guru. Kalau pengelola atau penyelenggara dan
guru/dosen memiliki dedeikasi yang memadai, ahlii dalam bidangnya masing-masing
dan memiliki keterampilan yang mencukupi dalam melaksanakan tugasnya, besar
kemungkinan lembaga itu akan sukses melaksanakan misinya, walaupun dengan
ekonomi yang tudak memadai.
8.
Landasan Ilmiyah dan Tekhnologi
Tirtahardja (2005) menyatakan bahwa pendidian serta ilmu
pengetahu dan tekhnologi memiliki kaitan yang sangat erat. IPTEK menjadi bagian
utama dalam isi pembelajaran. IPTEK merupakan salahsatuhasil dari usaha manusia
untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
Gengan perkembangan IPTEK dan kebutuhan masyarakat
masyarkat yang makin kompleks maka pendidikan dengan segala aspeknya mau tak
mau mengakomodasi itu, baik perkembangan IPTEK maupun perkembangan masyarakat.
Karena kebutuhan pendidikan yang sangat mendesak maka bangak tekhnologi dan
berbagai bidang ilmu segera diadopsi ke dalam penyelenggaraan pendidikan dan
atau kemajuan itu segera dimanfaatkan oleh penyelenggara pendidikan.
BAB III
PENUTUP
Simpulan
Pendidikan adalah suatu sistem yang harus dijalan kan
secara terpadu dengan sistem yang ada lainnya guna mencapai tujuan yang telah
ditetapkan yaitu menumbuh kembangkan potensi manusia agar menjadi manusia yang
dewasa beradab dan normal. Potensi itu meripakan benih sejak dilahirkan agar
aktivitas pendidikan berjalan dengan lancar, maka pendidik harus mengetahui
landasan-landasan sangat penting untuk mengembangkan pendidikan yang
bermartabat bagi pribadi, kaluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
Landasan-landasan pendidikan,antara lain:
1)
Landasan
Agama
2)
Landasan
Filosifi
3)
Landasan
Hukum
4)
Landasan
Psikologis
5)
Landasan
Sejarah (historis)
6)
Landasan
Sosial budaya (sosiokultural)
7)
Landasan
Ekonomi
8)
Landasan
Ilmiah dan Teknologi (IPTEK)
Landasan hukum yang membahas
perundang-undangan pendidikan Indonesia memeberikan konsep pendidikan yang
harus berakar pila kebudayaan nasional. Pembahasan landasan filsafat memberikan
konsep antara lain, dibutuhkan prakarsa pemerintah untuk segera dirumuskannya
filsafat pendidikan Indonesia, dalam rangka mewujudkan ilmu pendidikan bercorak
Indonesia. Landasan sejarah yamg mencakup sejarah pendidikan dunia, Indonesia
pada masa perjuangan dan masa pembangunan serta repormasi, memberi konsep
pendidikan antara lain, pendidikan pada era globalisasi ini harus berintikan
pada pembangunan ilmu dan teknologi.
Kemudian landasan sosial budaya yang
membahas sosiologi, kebudayaan, masyarakat dan kondisi masyarakat Indonesia
dikaitkan dengan penidikan memberi konsep pendidikan antara lain, lembaga
pendidikan tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat, keduaanya saling menunjang,
dan lembaga pendidikan seharusnya menjadi agan pembangun di masyarakat.
Pembahasan tentang landasan
psikologi melahirkan konsep pendidikan seperti, teori disiplin mental masih
bermanfaat untuk melatih perkalaian dan soal-soal, sedang teori naturalus
bermanfaat untuk belajar seumur hidup. Teori belajar behaviorisme untuk
membentuk prilaku nyata, dan teori belajar kognisi untuk mempelajari hal-hal
yang rumit.
Landasan ekonomi yang membahas peran
ekonomi, fungsi produksi, pfesiansi dan efektivitas biaya pendidikan memberikan
konsep pendidikan seperti, faktor ekonomi bukan pemegang peran utama, ia hanya
sebagai faktor yang cukup menentukan keberhasilan pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
Jumali, M dan Sutrikantri. 2008. Landasan pendidikan. Surakarta:
Muhammadiyah University.
Pidarta, Made. 2007. Landasan Kependidikan. Jakarta: Rineka
Cipta.
Suwarno, Ngalim. 1992. Ilmu pendidikan Teoritis dan Praktis.PT
Remaja Rosid Karya
Langganan:
Postingan (Atom)